Mapepada - Karya Agung Ngenteg Linggih Pura Penataran Agung Kilisuci
Mapepada -
Om Suastiastu,
Atas Asung Kerta Wara Nugraha Ida Sanghyang Widi Wasa pada
tahun 1975 didirikan tempat suci sebagai kahyangan jagad Kadiri di beri
nama “PURA AGUNG SEKARTAJI”. Maka pada purnama kedasa
bhuda wage tanggal 12 April 2006, Pura Agung Sekartaji telah di
pralina, ngruak bumi oleh Ida Pandita Suta Nirmala dan mulai
dibangun ulang sesuai dengan aturan dalam membangun sebuah pura
terutama pada Utamaning Mandala (halaman utama) yang terdiri dari
Padmasana, Pangelurah Agung, Bale Papelik, Bale Pawedan, Bale
Pasambyangan dan Gedong Simpen yang mana tanggal 9 Desember
2007 telah dilaksanakan Upacara Mendem Dasar oleh Ida Pandita Mpu
Daksa Manik Mas dan diresmikan oleh Bapak Walikota Kediri dengan
berganti nama PURA PENATARAN AGUNG KILISUCI.
“Kilisuci”, merupakan nama lain putra pertama dari Prabu
Airlangga bernama Sanggramawijaya yang menarik diri sebagai
pertapa/kilisuci dan disebut sebagai “Putri Kedi” yaitu seorang
perempuan yang memiliki kesucian karena tidak menstruasi. Kilisuci
juga berarti tubuh/alat/sarana untuk menuju kesucian. Kili juga berarti
badan/buana alit secara mikro, alam semesta/buana agung secara
makro yang di dalam Agama Hindu disimbulkan dengan Pura sebagai
alat/sarana tempat mendasari segala aktifitas dalam menuju
kesucian/keabadian.
Dan kenyataan benar adanya, Dewi Kilisuci telah mendasari
terwujudnya keberhasilan leluhur-leluhur Kejayaan Hindu pada jaman
Kadiri dengan lahirnya raja-raja Kadiri yang termasyur dan terpuji. Raja
Prabu Jayabaya, oleh masyarakat Kadiri yang dikenal sebagai
perwujudan Bhatara Wisnu turun ke dunia yang terkenal seantero
dunia, kejayaan Hindu di tanah Jawa pada jaman Majapahit semua juga
berasal dari Kadiri. Prabu Jayasabha yang menurunkan penyebar Hindu
ke Bali pada tahun 1343 M (Arya Pengalasan di Bedulu, Arya Manguri,
Arya Belog di Kaba-kaba, Arya Dalancang di Kapal, Arya Kenceng di
Tabanan, Arya Surawangbang di Sukawati dan Arya Kepakisan di
Abian Semal) semuanya berasal dari keturunan leluhur yang ada di
Kadiri. Parahyangan Jagad Kadiri Pura Penataran Agung Kilisuci, yang
dibangun di atas tanah 6500 M2 teletak di kawasan Goa Selomangleng
(satu-satunya peninggalan Prabu Airlangga) berdampingan dengan
Musium Airlangga adalah suatau bukti bahwa kejayaan Hindu memang
harus dimulai dari sini. Dan diharapkan betul-betul menjadi pencerah,
pengetuk hati semua keturunan leluhur-leluhur Kadiri dan umat Hindu
pada umumnya untuk tidak menunda lagi, bangkit bersama satukan
langkah, rapatkan barisan untuk menjadi pelaku utama dalam
mengembalikan kejayaan Hindu.
Sehubungan dengan hal tersebut kami atas nama Parisada Hindu
Dharma Indonesia Kota Kediri, Panitia Karya Memungkah Ngenteg
Linggih, Padiksaan/Madwijati di Parahyangan Jagad Kadiri Pura
Penataran Agung Kilisuci dan Umat Hindu Kota Kediri memohon kiranya
Bapak/Ibu berkenan untuk ikut berpartisipasi serta memberikan dukungan
baik dalam bentuk ide-ide, dana punia maupun tenaga dalam Karya
Mamungkah Ngenteg Linggih yang akan kami adakan pada tanggal 10-13
Desember 2008 yang secara umum adalah penancapan tonggak dasar
bangkitnya Hindu/Kejayaan Hindu.
Bantuan dana punia dapat disalurkan melalui :
REKENING BANK
BANK BCA KCU KEDIRI
NO REK : No. 0331126798
a/n : drh. KETUT WIDANAN
(KETUA PHDI KOTA KEDIRI)
Powered by WordPress